Prinsip Pareto, Cara Cerdas Atur Bisnis Hingga Manajemen Waktu!

Manajemen waktu dan bisnis dengan prinsip pareto aturan 80/20

Prinsip pareto adalah salah satu teknik manajemen waktu yang bisa digunakan untuk kamu yang sehari-hari sangat sibuk. Kamu wajib tahu, nih, biar enggak bingung menentukan tugas mana yang terlebih dahulu harus dikerjakan

Metode pengaturan waktu ini disebut juga dengan aturan 80/20 yang membagi tugas mereka berdasarkan prioritas. Singkatnya, dari 100 persen kegiatan yang akan dilakukan, ada 20 persen kegiatan yang nilainya lebih besar atau memiliki pengaruh dibanding 80 persen lainnya, sehingga harus diprioritaskan.

Mau tahu bagaimana prinsip pareto ini bisa kamu terapkan? Cocok untuk para pebisnis atau pengusaha yang super sibuk! 

Pengertian Prinsip Pareto

Prinsip pareto (www.freepik.com/macrovector)

Prinsip pareto dikembangkan oleh seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto. Awalnya, prinsip ini lebih lazim diterapkan dalam kegiatan ekonomi, di mana 20 persen usaha akan berdampak pada 80 persen hasilnya.

Sebaliknya, ketika kita menghabiskan 80 persen waktu untuk sesuatu yang tidak lebih penting, hasil yang akan didapat hanyalah 20 persen. Jadi, menentukan skala prioritas pada sesuatu yang lebih produktif adalah inti dari prinsip ini.

Prinsip ini ditemukan pertama kali saat Pareto melihat 80 persen tanah di Italia hanya dikuasai oleh 20 persen penduduknya. Prinsip ini kemudian diteliti lebih lanjut dan ditemukan pola yang sama pada bidang bisnis, finansial, matematika, manajemen waktu hingga dalam hubungan.

Cara Menerapkan Prinsip Pareto

Prinsip pareto atau aturan 80/20 (www.freepik.com/freepik)

Prinsip pareto lazim digunakan dalam permasalahan bisnis dan ekonomi. Namun, sebetulnya teknik ini dapat berlaku bagi banyak lini maupun industri. Pareto dapat membantumu mengidentifikasi bagian-bagian yang lebih berpengaruh dalam pekerjaanmu.

Bisnis dan Pengambilan Keputusan

Pada konteks bisnis, kamu dapat menerapkan metode pareto dengan aturan 80/20 di mana 80 persen penjualan ditentukan oleh 20 persen pelanggan. Artinya, kamu bisa fokus menjaga loyalitas 20 persen pelanggan tersebut untuk membuat bisnis tetap bertahan.

Sebagai pebisnis atau pengusaha, kamu juga diharapkan dapat mengambil keputusan dengan tepat. Metode pareto juga bisa diterapkan dalam kasus ini.

  • Mengidentifikasi masalah beserta penyebabnya.
  • Mengelompokkan masalah untuk melihat apakah beberapa masalah bisa dipecahkan dengan satu cara serupa.
  • Tetapkan nilai untuk urgensi dari masalah tersebut. Seberapa penting masalah itu harus diatasi segera. 
  • Mulai fokus mengembangkan solusi untuk 20 persen masalah yang dampaknya paling besar terhadap bisnis yang dapat memberikan hasil penyelesaian sebesar 80 persen.

Manajemen Waktu dan Aktivitas

Prinsip pareto, bisa diterapkan pada lini manajemen waktu bagi kamu yang sibuk. Prinsip pareto akan membagi kegiatan kamu ke dalam aturan 80/20 di mana 20 persen waktu dan tenaga dimanfaatkan untuk meraih 80 persen hasil.

Dalam konteks manajemen waktu, prinsip ini memprioritaskan waktu atau tugas yang memiliki hasil atau dampak paling besar pada hasil kerja dan tujuan kita. 

Caranya adalah dengan mengidentifikasi alokasi waktu yang dimiliki dan kegiatan yang ingin dilakukan.

Pada prinsip ini, kita akan diminta untuk memprioritaskan waktu dan usaha untuk menghasilkan suatu hal besar, dibanding fokus pada banyak hal remeh-temeh. Terutama jika hal tersebut sebetulnya bisa saja di-handle oleh orang lain. 

Catatlah semua hal yang perlu diselesaikan, kemudian identifikasi tugas yang memiliki dampak paling besar untuk diprioritaskan. 

Contohnya, jika kamu adalah seorang team leader, ada beberapa tugas yang sebetulnya bisa kamu delegasikan pada orang lain atau orang-orang di dalam tim. Sementara itu, kamu fokus mengerjakan tugas yang memiliki pengaruh lebih besar bagi perusahaan atau tim kamu.

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Prinsip Pareto

Setiap cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan, tentu ada plus minus yang harus diterima. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan prinsip yang satu ini:

Keuntungan Prinsip Pareto

  • Prioritas kegiatan dan alokasi waktu semakin jelas.
  • Prioritas kegiatan dan alokasi waktu yang jelas.
  • Produktivitas meningkat terutama untuk hak-hal yang berdampak besar.
  • Strategi yang digunakan dapat membantumu untuk lebih fokus.

Kerugian Prinsip Pareto

  • Sering tertukar antara meminimalkan jumlah upaya dengan berfokus pada satu upaya. Hal yang sebetulnya harus dilakukan adalah fokus, bukan melakukannya dengan minimal. Namun, dengan fokus, kamu jadi dapat mengerjakan pekerjaan dengan terarah mengikuti skala prioritas, sehingga tugas lainnya yang tidak termasuk prioritas, dapat didelegasikan pada orang lain.
  • Karena terlalu fokus pada tugas utama, banyak tugas lain yang dikesampingkan akhirnya terabaikan atau terlupa.
  • Kesulitan menemukan keseimbangan untuk menjaga aturan ini 80/20.

Rencanakan Strategi Bisnis dengan MBN Consulting!

Jika kamu memiliki bisnis dan tidak ingin repot mengurus hal-hal kecil seperti legalitas, laporan keuangan sesuai standar akuntansi atau PSAK, dan sistem operasional lainnya, kamu bisa mendelegasikan tugas tersebut kepada konsultan bisnis berpengalaman seperti MBN Consulting. Sementara, kamu bisa fokus untuk membangun bisnis dan mengatasi permasalahan lainnya yang menjadi prioritas.
Tertarik untuk konsultasi? GRATIS! Hubungi kami di sini.