Apa Itu Guerilla Marketing: Cara Melakukan dan Contohnya

menerapkan strategi guerilla marketing dalam bisnis

Tertarik menjelajahi strategi pemasaran yang cukup menantang? Strategi guerilla marketing yang kreatif, unik, inovatif, dan penuh kejutan (surprise) adalah jawabannya! Apa itu guerilla marketing? Strategi ini disebut juga dengan pemasaran gerilya, yang mengandalkan viralitas media dan omongan dari mulut ke mulut dalam penyebarannya berkat elemen kejutan dan kreativitasnya yang menarik perhatian khalayak.

Penerapan strategi ini biasanya dipasang di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, stasiun, jalan raya, tempat konser, taman, atau pusat-pusat keramaian lainnya. Lalu, seperti apa proses kreatif di balik guerilla marketing? Silakan simak penjelasannya pada artikel berikut!

Apa Itu Guerilla Marketing?

Guerilla marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang unik dan kreatif. Strategi ini menggunakan kejutan dan interaksi unik yang tidak biasa dengan audiens untuk mempromosikan brand maupun produk. 

Strategi ini tidak sama dengan taktik pemasaran tradisional yang hanya menyebarkan pamflet atau tampil di billboard, melainkan juga menambahkan sisi kreatif yang membuat iklan atau promosi tadi menghadirkan interaksi untuk memancing reaksi publik.

Kunci dari strategi guerilla marketing adalah memanfaatkan emosi audiens atau pelanggan potensial. Meski begitu, tidak semua produk atau layanan cocok menggunakan strategi ini. Sebab, guerilla marketing juga sangat bergantung pada pemilihan waktu dan tempat yang harus pas agar pesan dan emosinya sampai pada konsumen.

Apa Saja Prinsip Guerilla Marketing?

Guerilla marketing identik dengan lima hal berikut yang menjadikannya unik dan menarik:

  • Kejutan: taktik pemasaran ini memberikan efek kejutan ke audiens untuk mencuri perhatian mereka. Artinya, perusahaan atau brand harus mampu berpikir out of the box demi menciptakan ide-ide promosi dan periklanan kreatif yang menarik bagi publik.
  • Kreatif dan inovatif: tampilkan ide iklan promosi yang baru dan unik, yang tidak disangka-sangka oleh publik dan mampu memainkan emosi mereka.
  • Biaya minimal: kreativitas merupakan salah satu kunci dalam strategi pemasaran yang satu ini. Sehingga, diharapkan, budget marketing dapat ditekan seminimal mungkin dengan meningkatkan kreativitas dan efisiensi dari brand.
  • Bersifat sementara: strategi ini hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu sebentar, sebab ide promosi yang terlalu lama digunakan tidak akan menimbulkan efek surprise yang optimal seperti sebelumnya saat pertama kali publik melihat.
  • Memberikan efek: bagi publik atau audiens yang melihat promosi iklan menggunakan teknik ini, mereka akan memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan karena surprise yang mereka terima. Sehingga, audiens akan menerima value lebih saat melihat iklan tersebut.

Jenis-Jenis Guerilla Marketing

Yuk, simak apa itu guerilla marketing beserta pendekatan atau jenis-jenis metode yang digunakan dalam penerapannya!

1. Street Marketing

Metode pemasaran jalanan dilakukan untuk memperkuat merek atau produk dengan memberikan efek kejutan pada khalayak di ruang terbuka publik. Misalnya, membagi-bagikan es krim gratis di taman kota untuk meningkatkan brand awareness. Kamu juga bisa meminta bantuan mereka untuk menyebarkan informasi mengenai produkmu di media sosial.

2. Ambient Marketing

Ambient marketing merupakan pemasaran di daerah atau lingkungan sekitar yang biasanya dilalui oleh banyak orang atau menjadi tempat istirahat di tempat umum. Seperti memasang iklan yang tidak terduga di halte bus, kursi taman, mall, toilet bandara, atau bahkan kampus. Ambient marketing biasanya memanfaatkan fasilitas di tempat umum seperti tembok, bangunan, bangku taman, atau tiang listrik. 

contoh ambient marketing dari Nivea

3. Viral Marketing

Sudah jelas, viral marketing merupakan pemasaran yang viral di internet karena disebarkan secara  masif oleh warganet. Tujuannya untuk menyebarkan konten yang menarik kepada publik dengan memanfaatkan media sosial maupun influencer

4. Ambush Marketing

Cara pemasaran yang satu ini muncul secara tiba-tiba dan mengagetkan publik. Seringkali ambush marketing masuk ke dalam suatu acara besar, misalnya acara olahraga seperti olimpiade, tanpa terafiliasi atau membayar biaya sponsor kepada penyelenggara. 

5. Grassroots Marketing

Pemasaran akar rumput atau grassroots bertujuan membangun hubungan pribadi antara merek dan pelanggan. Sehingga, bisnis terasa lebih personal dan dekat secara pribadi dengan pelanggan. Harapannya, publik yang terpapar marketing ini bisa memberi tahu orang lain.

6. Stealth Marketing

Teknik ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi di mana tidak semua orang bisa menyadari bahwa yang mereka lihat merupakan sebuah iklan. Misalnya sebuah produk yang muncul, digunakan, atau disebut di dalam sebuah film atau serial secara natural. 

Contoh Guerilla Marketing yang Sukses Dilakukan Beberapa Brand

Beberapa brand dan organisasi berikut mampu menyebarkan kampanye mereka dengan sukses dengan metode guerilla marketing. Seperti apa mereka menerapkannya? Simak agar bisa jadi inspirasi buatmu!

1. UNICEF

Organisasi yang membantu pemerintah dalam mengangkat isu mengenai anak dan perempuan ini pernah menjadi perbincangan banyak orang setelah tiba-tiba menjual air kotor di vending machine di daerah Manhattan dan Broadway, USA. Langkah ini ditempuh UNICEF untuk mengangkat isu mengenai kondisi perairan di New York yang sangat kotor.

penerapan guerilla marketing oleh UNICEF dalam kampanye mereka mengenai isu perairan kotor di AS

2. Perlodent

Brand pasta gigi Perlodent berkolaborasi bersama Coca Cola yang mengampanyekan gigi kuat dan sehat dengan menggunakan produknya. Di posternya, gigi kuat ini sampai-sampai bisa membuka tutup botol Coca Cola. Namun, meski terlihat mustahil, kita juga bisa beranggapan bahwa setelah minum Coca Cola, jangan lupa menyikat gigi menggunakan pasta gigi Perlodent.

brand pasta gigi Perlodent menggunakan guerilla marketing dalam kampanye gigi kuat dan sehat bersama Coca Cola

3. Capsico Sauce

Di bawah ini merupakan contoh iklan saus sambal Capsico yang menunjukkan bahwa produk tersebut benar-benar pedas dan hot, hingga meninggalkan bekas terbakar pada billboard putih.

brand saus sambal Capsico dalam mempromosikan produknya menggunakan guerilla marketing

Bagaimana Cara Melakukan Guerilla Marketing?

Sebelum memulai proses penggalian ide kreatif untuk pemasaran gerilya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Mengenali Audiens

Tahapan ini adalah langkah yang seringkali disebut untuk dilakukan dalam setiap tahapan proses pembuatan kampanye pemasaran. Pada pemasaran gerilya, mengenali siapa target pasar akan membuatmu bisa menentukan dengan tepat, kapan waktu terbaik dan di mana tempat yang cocok untuk melakukan strategi marketing unik yang satu ini.

2. Menciptakan Kesan Tak Terlupakan

Guerilla marketing melibatkan kreativitas yang tinggi untuk menciptakan momen menarik yang tak terlupakan bagi konsumen. Susun konsep marketing yang fresh dan berbeda, sehingga audiens akan selalu ingat. Kampanye yang unik juga akan lebih efektif dalam strategi pemasaran gerilya karena memiliki peluang lebih besar dalam menarik perhatian khalayak.

3. Mengandalkan Kejutan

Bukan guerilla marketing namanya jika tidak memberikan kejutan tak terduga kepada publik untuk menarik perhatian mereka. Misalnya, kamu bisa menyelipkan pesan atau produkmu di tempat-tempat umum yang tidak biasa dengan desain tidak biasa. 

Contohnya seperti promosi film IT berikut yang menyelipkan balon merah di besi drainase. Strategi ini persis seperti salah satu adegan dalam film horror tersebut yang sukses membuat banyak penontonnya ketakutan.

promosi film horror IT yang menggunakan strategi kreatif guerilla marketing

4. Sesuaikan dengan Bisnis

Jenis guerilla marketing apapun yang ingin kamu pakai, bisa disesuaikan dengan bisnis. Tidak perlu anggaran yang besar untuk bisa melakukannya, jika memang kamu baru saja merintis usa. Kamu bisa melihat contoh perusahaan penjualan alat pemanggang dan barbecue berikut yang memanfaatkan fasilitas di ruang publik untuk mempromosikan bisnis mereka.

strategi perusahaan alat masak dalam mempromosikan produk alat barbecue mereka

5. Call-To-Action

Untuk mencapai hasil yang maksimal, jangan lupa untuk memberikan call-to-action agar publik dapat langsung bertindak setelah melihat promosi produk yang bisnis kamu lakukan. Contohnya seperti menampilkan QR kode yang bisa di-scan, mengisi formulir yang nantinya bisa di-follow up, atau mengadakan kupon diskon dan kupon undian. Sehingga, publik tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai bisnismu.

6. Berkolaborasi dengan Pihak Lain 

Guerilla marketing juga bisa melibatkan kolaborasi dengan pihak lain, seperti influencer untuk menciptakan viral marketing, komunitas lokal, atau brand lain yang bisa diajak bekerja sama. Melalui sistem kerja sama, kamu bisa mencapai audiens yang lebih besar dan menciptakan dampak yang lebih besar pula.

Nah, Sobat MBN, menggunakan guerilla marketing untuk bisnis bisa jadi akan sedikit menantang karena mengandalkan kreativitas yang tinggi, namun dengan budget yang cenderung minim. Meski begitu, sebagian besar strategi pemasaran jenis ini dapat berhasil menguasai benak konsumen dan memberikan pengalaman menarik bagi mereka untuk dapat mengenal dan mengetahui brand maupun produkmu. Bagaimana menurutmu, apakah sudah siap menggunakan strategi guerilla marketing untuk memasarkan produk? 

Semoga artikel mengenai apa itu guerilla marketing beserta contoh dan cara penerapannya di atas bisa menjadi inspirasimu dalam mengembangkan bisnis!

Temukan informasi lainnya seputar bisnis, keuangan, dan pemasaran hanya di MBN Consulting, klik di sini!

Baca Juga: Content Marketing untuk Bisnis Kecil Beserta Strateginya